Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Gol Terbaik di Dunia Tahun 2010


Gol terbaik di dunia tahun 2010 milik Hamit Altintop. Hamit Altintop meraih Penghargaan Puskas FIFA yang diberikan untuk gol terbaik. Altintip mencetak gol terbaik dan spektakuler itu disebuah partai Kualifikasi Euro 2012. Gol tersebut dibuat Altintop saat membela Turki pada 3 September 2010 silam, ke gawang Kazakhstan. Saat itu umpan Emre Belozoglu dari sepak pojok diteruskan Altintop dengan voli dari luar kotak penalti. Berkat gol itu, Turki menang 3-0 dari lawannya. Altintop pun kini berhak atas penghargaan yang pemenangnya ditentukan oleh pengakses situs resmi FIFA.


Altintop secara resmi menerima penghargaan tersebut di acara Gala Ballon d’Or FIFA 2010 di Kongresshaus, Zurich, Swiss, Selasa (11/1/2011) dinihari WIB. Yang unik, penghargaan itu diserahkan oleh Andrei Sidelnikov, kiper yang gawangnya dibobol Altintop. “(Gol) Itu mungkin bukan yang terpenting, tapi jelas yang paling spektakuler,” jelas Altintop saat diwawancara situs FIFA.

(http://sepakbola.showbiznotes.net/gol-terbaik-di-dunia-tahun-2010-milik-hamit-altintop/)
Read More

Sejarah Kartu Kuning dan Merah Dalam Sepak Bola


Penggunaan kartu merah dan kuning diperkenalkan pada Piala Dunia 1970. Ide ini diinspirasi oleh kejadian pada perempat final Piala Dunia 1966, antara tuan rumah Inggris lawan Argentina yang dipimpin oleh wasit Wasit Rudolf Kreitlein, asal Jerman.

Seperti yang saya baca di Kompas.Com, cerita berawal dari pelanggaran keras yang dilakukan oleh kapten Argentina, Antonio Rattin, Rattin dikeluarkan oleh Kreitlein. Karena belum paham dengan aturan pengeluaran dan juga bahasa yang berbeda, maka Sang Kapten pun tetap berada di lapangan.

Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Sebab, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.

Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Sehingga, wasit tanpa harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat traffic light (lampu merah), dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Sedangkan kartu merah untuk sanksi berat dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.

Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah untuk pertama kalinya digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan. Sehingga, kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970.

Meski ide itu datang dari wasit Inggris, namun negeri itu tak serta-merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Karena kemudian wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain, maka penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.

(http://sepakbola.showbiznotes.net/asal-usul-kartu-kuning-dan-kartu-merah-dalam-sepak-bola/)
Read More

Publik Meragukan Keaslian Surat FIFA Kepada PSSI


Sebagian masyarakat meragukan keaslian surat FIFA kepada PSSI terkait dengan penyelenggaraan Liga Primer Indonesia. Mereka menyampaikan keraguan itu melalui situs komunitas Kaskus dan jejaring sosial Facebook. Bahkan, ada juga yang mengaku mengirim surat kepada FIFA meminta konfirmasi soal keaslian surat tersebut.
Polemik bermula dari bergulirnya LPI, yang notabene tidak diselenggarakan PSSI. PSSI kemudian mengaku mengirim surat kepada FIFA terkait dengan hal itu pada 10 Januari lalu.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/1/2011), Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes mengatakan sudah menerima surat balasan dari FIFA pada 11 Januari.

Terkait dengan hal itu, sebagian masyarakat menilai ada sejumlah kejanggalan.
Seorang bernama akun Bathur menulis seperti berikut ini.
1. Dikirim tanggal 10 Januari 2011 dibalas tanggal 11 Januari 2011.
Seperti yg dibilang Humas LPI, sangat janggal FIFA begitu cepat membalas surat PSSI.
Pada kasus ricuh kepemimpinan PSSI-nya Filipina (yang sepertinya lebih penting dari kasus Liga Tarkam),surat dari Sekjen PFF tanggal 6 Desember 2010 baru dibalas oleh FIFA tanggal 20 Desember 2010.
2. Halaman ke-2 hanya berisi tanda tangan saja.
Seperti yg juga dibilang Humas LPI, dalam surat resmi yg lebih dari 1 halaman sangat janggal halaman ke-2 hanya berisi tanda tangan saja. Biasanya paragraf terakhir ditarik ke halaman ke-2.
Semua mesti sudah maklum bahwa secara logika hal ini memang lazim untuk menghindari penyalahgunaan tanda tangan pada halaman ke-2.
3. Penggunaan kalimat penutup "We thank you for your cooperation" atau versi Indonesia-nya "Terima kasih atas kerjasamanya".
Gaya kalimat tersebut sangat "Indonesia banget". Saya sdh membaca beberapa belas contoh surat dari FIFA yang diterbitkan selama tahun 2010, tidak ada satu pun yang ditutup dengan kalimat persis seperti di atas.
Kalaupun ada kata "kerjasama/cooperation" biasanya tidak sependek itu, contohnya: "We thank you for taking note and your valuable cooperation in this matter" atau "We would like to thank you once again for your attention to the above and for your cooperation" atau "We thank you for taking note and for your valuable cooperation".
Kata-kata "taking note" dan "attention" lebih ditekankan dan tidak pernah ketinggalan mengiringi kata "cooperation"
4. Penggunaan kata "Sincerely yours" dan bukan "Yours Sincerely".
Boleh dicek semua surat dari FIFA selalu ditutup dengan "Yours Sincerely" karena bentuk ini bersifat formil dan biasa digunakan dalam British English.
"Sincerely yours" lebih banyak digunakan di Amerika dan lebih bersifat informil atau ada unsur keakraban antara pengirim dan penerima surat.
5. Di atas tanda tangan Sekjen FIFA tertulis "FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION"
Semua juga tau kalau FIFA itu singkatannya "FEDERATION INTERNATIONALE DE FOOTBALL ASSOCIATION".
Perhatikan ada kata "DE" sebelum kata FOOTBALL ASSOCIATION.
Semua surat FIFA yg saya baca tidak pernah kelupaan mencantumkan kata "DE".
Selain itu, untuk surat yg ditujukan langsung ke suatu asosiasi sepak bola tertentu dengan kata lain bukan surat edaran/circular atau bukan surat kepada pihak di luar FIFA, biasanya di atas tanda tangan sekjen hanya ditulis "FIFA" saja dan tidak ditulis kepanjangannya.
6. CC (carbon copy/tembusan) kepada Sekjen AFC (Alex Soosay) tidak menggunakan gelar "Mr".
Dalam surat formil dan demi kesopanan, tembusan yang ditujukan ke orang tertentu dan mencantumkan namanya, pasti selalu menggunakan gelar "Mr." atau gelar lainnya.
Pada surat FIFA kepada Sekjen PFF juga ada tembusan kepada Sekjen AFC dan ditulis seperti ini:
"Cc: Mr. Alex Soosay, General Secretary, AFC"
sedangkan yang tertulis di surat kepada PSSI :
"CC: Alex Soosay, AFC, Secretary General"
Catatan redaksi - pada bagian kepala surat tertulis:
Mr Nugraha Besoes
General Secretary
Dan berikut ini adalah beberapa poin dalam surat yang dilayangkan seorang bernama akun Ildhaf kepada FIFA:
Please make official clarification from FIFA, especially to Indonesian media for better condition on my country about this polemic.
Herewith also attached the respective Letter, subjected: "LIGA PREMIERE in INDONESIA (LPI)"
And a couple of doubts of the letter; Having unusual found in an official letter (RED clouds) concerns : - No Signature found on the letter - An unsuitable subject, "The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)” - With all due respect, I can’t believe that FIFA would make a letter with bad grammars in it, e.g. on the Opening and closing paragraph; o "We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of Liga Premiere (LPI) in Indonesia and we thank you for it." o " We thank you for your cooperation "
We understand that FIFA will neutral on this matter, but your clarification and advice very appreciated by us from Indonesia.

(http://bola.kompas.com/read/2011/01/16/16544366/Publik.Ragukan.Surat.FIFA.kepada.PSSI-4)

Read More

Cedera Ankle


Setiap olahraga pasti ada resiko cedernya, terlebih olahraga yang sering melakukan kontak fisik. Hal itu sangat wajar, namun kita bisa menghindari dan meminimalisir cedera tersebut. Cedera yang dibahas pada postingan ini adalah cedera yang sering terjadi pada olahraga futsal dan sepakbola, yaitu cedera ankle (pergelangan kaki). 

Cedera ini tidak terlalu parah biasanya hanya sedikit bengkak dan memar akibat otot perekat sendi regang terlalu jauh, tapi kita masih dapat berjalan agak normal. Namun jika cedera ini berat biasanya mata kaki bengkak sangat besar tampak memar ke biru biruan ini di karenakan otot perekat sendi koyak atau putus, dan akan sangat sakit sekali jika kaki menyentuh lantai sehingga berjalan kita memerlukan tongkat. Kedengarannya sepele, tetapi cedera jenis ini mempunyai pengaruh yang serius jika tidak diperlakukan dengan benar. Penanganan awal terhadap cedera ankle sangat penting dan membutuhkan metode RICE.

RICE dibutuhkan untuk membatasi rasa sakit, pendarahan, dan pembengkakan di sekitar sendi ankle. Pembengakan terjadi dengan lambat, pertama-tama nampak kecil, tetapi seiring berjalannya waktu, akan membesar di sekitar sendi dan membatasi pergerakan dan mengganggu proses rehabilitasi pemain. Penanganan awal di lapangan seharusnya dapat untuk menentukan tingkatan cedera. 

Pemain yang cedera seharusnya segera berhenti bermain dan REST. Meneruskan pergerakan ankle hanya akan meningkatkan pendarahan dan pembengkakan.

ICE harus segera dibalutkan pada area yang sakit. Es seharusnya dibalutkan tiap jam, selama 15 menit, pada empat jam pertama. Penggunaan es dilanjutkan setiap empat jam sekali sampai 24 - 48 jam ke depan.

COMPRESSION dapat meminimalisir pendarahan dan pembengkakan. Kompres dilakukan dengan menggunakan perban elatis. Jika pembengkakan mengakibatkan perban menjadi lebih erat maka harus segera dikendurkan. Teknik pembalutan perban yang digunakan adalah Lousiana seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.




 
ELEVATION pada ankle sangat penting dan seharusnya lebih atas dari posisi jantung dan dilakukan sesering mungkin selama 48 jam pertama. Perlakuan ini mengurangi aliran darah ke ankle. Nasehat petugas medis dapat digunakan untuk memperkirakan seberapa parah cedera pada ligamen dan mengantisipasi terjadinya keretakan tulang.

Proses penyembuhan
Dibutuhkan program rehabilitasi menyeluruh sehingga pemain dapat kembali bermain di lapangan dengan ketangkasan seperti semula dan mencegah cedera yang lebih parah lagi. Fisioterapi merupakan bagian penting dari prosedur rehabilitasi. Fisioterapis akan memperkirakan seberapa parah cedera, dan merawat ligamen dan sendi, dengan tujuan memperoleh kembali pergerakan ankle yang normal, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Tindakan ini mungkin melibatkan pemijatan ligamen, mobilisasi, peregangan ankle, latihan kekuatan, latihan keseimbangan, penggunaan teknik terapi elektro seperti ultrasonik, dan pengikatan atau penahanan sendi yang terluka.

Sekali pemain kembali bermain, pengikatan atau penahanan ankle mungkin masih diperlukan sebagai pembantu keseimbangan ankle yang secara signifikan masih lemah karena cedera yang baru saja diderita. Sekali terjadi cedera ankle, maka ankle tersebut akan empat kali lebih rawan terhadap cedera yang sama. Oleh karena itu, penyokongan ankle menggunakan pengikat merupakan cara yang ideal untuk membantu pemain dapat kembali bermain basket, dan yang paling penting, mencegah cedera yang lebih parah di masa depan.

Tips
Untuk melatih kembali sel-sel yang ada pada ankle, berdiri dengan kaki yang cedera, peroleh keseimbanganmu sambil menutup kedua mata, dan pertahankan selama mungkin. Ketika sudah dapat melakukan hal tersebut, lanjutkan dengan melakukan lompatan kecil, melompat dan mendarat dengan kedua mata tertutup.

(berbagai sumber)

Read More

Jenis Cedera Pada Olahraga


Secara umum, ada 5 jenis cedera yang kerap kali dialami khususnya oleh para pemain sepak bola pada umum. Berikut adalah kelima jenis cedera tersebut:

1. Keseleo (Sprains)
Keseleo adalah jenis cedera yang paling sering dialami oleh para pemain sepak bola. Keseleo yang dialami mulai dari bagian pergelangan kaki, kaki bagian bawah, hingga lutut merupakan bagian-bagian yang paling sering terjadi di sepak bola, terutama bagian pergelangan dan medial collateral ligament (semacam pengikat sendi tulang). Untuk menghindari keseleo, diperlukan pemanasan yang cukup dan stretching yang tepat bisa mencegah terjadinya cedera tersebut.

2. Otot Tertarik atau Kram (Strains)
Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps. Cedera tertarik otot betis juga kerap terjadi pada para pemain bola. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut.

3. Patah atau Retak Tulang (Fractures)
Cedera seperti ini dialami apabila pemain yang bersangkutan mengalami benturan dengan pemain lain atau sesuatu yang keras. Cedera fractures tidak hanya terjadi pada bagian kaki macam tulang paha, tulang kering, tulang selangkangan, atau tulang telapak kaki, tapi juga kerap terjadi pada lengan, bahu, hingga pergelangan tangan. Untuk menghindari cedera macam ini, penggunaan pelindung sangat dianjurkan untuk meminimalisir patah atau retak tulang. Kasus Wayne Rooney merupakan salah satu contoh cedera fractures yang cukup membuat pusing Alex Fergusson.
 
4. Cedera Pada Lutut (Knee Injuries)
Ada beberapa jenis cedera lutut yang umum dialami oleh pemain bola, yaitu cedera pada medial collateral ligament, meniscus, dan anterior cruciate ligament, baik itu sobek pada jaringan, maupun putusnya jaringan tersebut. Pengenaan sepatu yang tepat, kondisi lapangan yang baik, dan latihan kekuatan (strength training) yang tepat bisa mengurangi risiko terjadinya cedera lutut.

5. Cedera Pada Kepala (Head Injury)
Cedera ini termasuk juga cedera pada gigi, hidung, mata, dan cedera otak. Namun yang paling sering dialami pemain bola adalah cedera akibat benturan antara kepala dengan bola, kepala pemain lain, atau tiang gawang. Selain terjadi luka sobek pada kulit kepala, juga kerap terjadi retak pada tengkorak, hingga bisa menimbulkan cedera otak atau geger otak. Penggunaan kepala untuk meng-heading bola yang terlalu sering sedapat mungkin dihindari serta teknik heading tepat dapat mengurangi risiko cedera pada kepala. Kasus yang paling kita ingat adalah cedera kepala yang dialami Petr Cech, kiper utama Chelsea yang harus menggunakan pelindung kepala untuk melindunginya dari risiko cedera yang sama.

(http://sportsmedicine.upmc.com/MySportSoccerTop5.htm)
Read More

ISL Langgar Aturan FIFA?


Meski kerap berkoar bahwa LPI melanggar peraturan FIFA, ternyata PSSI sendiri juga melakukan hal yang sama. Liga Super Indonesia yang merupakan kompetisi resmi di bawah PSSI ternyata menyalahi aturan FIFA dalam penyelenggaraan pertandingannya.
"Menurut peraturan FIFA, dalam pertandingan utama federasi sepak bola suatu negara, klub-klub yang berkompetisi tidak boleh mendapat dana dari pemerintah. Karena itulah, dalam hal ini, LSI menyalahi aturan FIFA," ujar pengamat sepak bola, Yesayas Oktovianus, seperti dilansir dari Metrotvnews.
Pernyataan keras Yesayas, yang juga merupakan jurnalis kawakan ini, dilontarkan pada diskusi Save Our Soccer yang digelar LBH Jakarta, di Jakarta, Minggu (16/01).
Selain dari Yesayas, LSI juga mendapat 'rapor merah' dari IGK Manila. Menurut mantan manajer Timnas Indonesia ini, LSI merupakan liga plat merah dan tidak profesional. Pasalnya, 99% klub yang berkompetisi di LSI mendapat dana dari APBD. Manila menambahkan bahwa APBD tetap dibutuhkan sepak bola. Namun, penggunaannya, menurut IGK Manila lebih kepada pembinaan dan pembangunan infrastruktur.
"APBD itu untuk pembinaan usia dini dan pembangunan infrastruktur bukan membeli pemain," tegas Manila.
Sementara itu, menurut peneliti divisi korupsi politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan, yang hadir dalam diskusi itu, penggunaan APBD bagi klub sepak bola merupakan hal yang rawan dikorupsi dan dipolitisasi.
"APBD yang masuk ke sepak bola semata-mata dalam rangkaian membangun relasi politik dalam bidang sepak bola. Ini sangat strategis dalam ajang pembinaan basis untuk kepentingan politik. Salah satunya karena basis massanya yang besar," pungkas Abdullah. 
 Seharusnya dengan diadakan banyaknya kompetisi bisa mengasah dan melahirkan bakat-bakat baru dan persaingan sehat dalam suatu tim. Semoga masalah ini bisa cepat terselesaikan dan tidak sampai mengganggu hal lain.

(bola.net)
Read More

Pemerintah: "Stop APBD Untuk Klub Sepakbola Profesional"


Pemerintah menyetujui perihal tentang pemberhentian dana APBD untuk klub sepakbola profesional. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah Velix Wanggai, Liga Primer Indonesia bisa menjadi salah satu alternatif acuan kompetisi sepak bola profesional yang mandiri. "LPI memperkenalkan scientific sport yang lebih terukur dan tepat," katanya di Jakarta kemarin.

Namun, Velix menegaskan, penghentian kucuran dana APBD itu itu tak bisa dilakukan serta-merta. "Pemerintah butuh setidaknya dua tahun untuk mengevaluasi dan membuat kerangka regulasi pengelolaan dana APBD," katanya. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi yang diprakarsai oleh Save Our Soccer di Jakarta kemarin. Dalam masa transisi itu, pemerintah akan mengatur ihwal kapan kebijakan "Stop APBD" ini diberlakukan serta memetakan daerah mana yang sudah punya sponsor dan yang belum.

Untuk memotong arus duit APBD ke klub bola, komunitas Save Our Soccer mendesak Kementerian Dalam Negeri agar mencabut Surat Edaran Mendagri No. 426 Tahun 2010, yang memungkinkan dana APBD digunakan membiayai klub profesional. "Mendanai klub profesional bukan bagian dari urusan pemerintah," ujar Abdullah Dahlan, peneliti Indonesia Corruption Watch, yang tergabung dalam Save Our Soccer.

M. Nadjib Koesaeri, pengurus klub Pelita Jaya Karawang, Jawa Barat, mendukung penghentian kucuran APBD tersebut. "Gara-gara klub didanai pos APBD dan yang mengurusnya figur-figur berlatar belakang politisi, akhirnya tidak maju-maju," katanya.
Namun sikap sebaliknya disampaikan Nur Muhyar, juru bicara Persik Kediri, Jawa Timur. Hingga kini, kata dia, klubnya belum memiliki skema anggaran selain dari APBD. "Klub ini memang didesain untuk dibiayai pemerintah."

Direktur Badan Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusalla menyatakan siap menghadapi kemungkinan tersebut. "Bagaimana membuat klub peserta LSI (Liga Super Indonesia) survive akan menjadi kajian kami," katanya. Ia mengakui selama dua tahun lalu (2007-2009), klub-klub sepak bola di bawah naungan lembaganya bisa bertahan walau tak boleh menggunakan dana APBD. "Jadi tidak ada masalah."  

(tempointeraktif.com)
Read More

Kaos Timnas Indonesia Terbuat Dari Daur Ulang Botol Plastik

 
Nike mempersembahkan kostum timnas yang ramah lingkungan untuk dikenakan saat Piala Suzuki Federasi Sepakbola Asean atau Piala Suzuki AFF 2010. Tiap kaus berbahan poliester yang terbuat dari daur-ulang delapan botol plastik.

Menurut Marketing Manager Nike Indonesia Dyah Oetari (Ms) untuk membuat kostum timnas 2010, pemasok kain untuk Nike mengumpulkan botol plastik bekas dari berbagai tempat dan melelehkannya untuk menghasilkan benang baru untuk dianyam menjadi bahan kaus.

Proses ini menghemat bahan dasar dan mengurangi konsumsi energi hingga 30% jika dibandingkan dengan pembuatan dari bahan dasar baru. Dengan menggunakan bahan poliester daur-ulang untuk kostum nasionalnya, Nike berhasil mengurangi limbah poliester yang akan dibuang ke TPA di seluruh dunia.

Kostum timnas ini merupakan langkah penting dalam usaha menjadikan produk Nike lebih ramah lingkungan. Dengan menggunakan poliester daur-ulang untuk koleksi kostum timnas barunya, Nike telah mengambil peran aktif dalam usaha pelestarian lingkungan dengan mengumpulkan sekitar 5 juta ton botol plastik bekas untuk didaur-ulang.

Lebih lanjut diutarakan Dyah, semua kostum timnas telah dirancang dengan mempertimbangkan budaya dan identitas tiap negara yang berpartisipasi. Nike memahami benar kebanggaan yang dirasakan atlet saat membela nama negaranya, jadi setiap kostum (versi otentik) dirancang untuk menonjolkan identitas dan budaya persepakbolaan yang unik dari tiap timnas.

Untuk kostum timnas Indonesia, desain digabungkan dengan inspirasi budaya dalam negeri yang menjadi acuan dalam pembuatan konsep kostum ini. Bhinneka Tunggal Ika menjadi desain inspiratif dalam penentuan pesan yang memotivasi timnas dalam bertanding dan dicantumkan di dalam desain. Tulisan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dibalik lambang Garuda pada sisi kanan depan seragam. Logo sayap Garuda di bagian leher dalam melambangkan lambang negara sekaligus cermin identitas bangsa.

Turut melestarikan lingkungan bukan berarti harus mengorbankan performa inovatif yang selalu menjadi ciri kostum Nike. Kostum dirancang agar atlet tetap kering, sejuk dan lebih nyaman, suhu tubuh juga terjaga optimal sehingga mereka bisa bermain secara maksimal di lapangan.

Bahan Dri-Fit Nike yang telah diperbaharui kini 15% lebih ringan dari sebelumnya, membantu menjaga agar pemain tetap kering dengan menyerap keringat agar bisa cepat menguap di bagian luar kaus. Zona ventilasi ditempatkan di samping kaus untuk menambah kemampuan kaus untuk bernafas, dipadu dengan bahan yang meningkatkan aliran udara sebanyak 7% dari versi sebelumnya. Aliran udara kini melewati seluruh bagian torso pemain, menjaganya tetap sejuk. Zona ventilasi terdiri dari 200 lubang laser kecil yang dilapis dengan aplikasi halo inovatif Nike. Aplikasi ini menjaga agar zona ventilasi tidak mudah robek, tanpa mengurangi aliran udara yang menembusnya.

Celana pendek dari kostum Nike ini juga memiliki zona ventilasi di bawah karet pinggang dan dekat pangkal tulang belakang, jadi daerah yang biasa paling berkeringat ini, kini akan terjaga tetap kering.

Struktur kaus yang dianyam ganda tidak hanya memberikan tampilan yang lebih ramping, menjadikannya 10% lebih elastis dari versi kaus timnas Nike sebelumnya. tapi juga memberikan bentuk ukuran yang dinamis, mengikuti lekuk tubuh, keleluasaan gerak dan aliran udara yang maksimal.

Para pemain juga bisa menikmati keunggulan dari Nike Pro Combat dalam kostum timnas mereka. Pro Combat dirancang khusus dengan teknik canggih yang mengimpementasikan celana pendek dengan sistem Slider and Impact untuk perlindungan tambahan terhadap benturan ringan dan gesekan, serta therma Mock yang melindungi leher pemain dari kondisi main yang keras.

Replika kostum timnas tersedia di seluruh Nike Store mulai dari 15 November 2010 dengan harga Rp 599.000

Selain kostum timnas, bersamaan dengan AFF Suzuki Cup 2010, Nike juga meluncurkan kampanye "Be The Next". Kampanye ini membidik secara khusus para pemain sepakbola muda, mendorong mereka untuk menjadi pemain sepakbola nasional di masa mendatang. "Be The Next" membangkitkan rasa bangga dan mendorong generasi muda untuk mendukung tim nasionalnya untuk menjadi juara. Kampanye "Be The Next" juga merupakan panggilan bagi para pemain muda untuk menjadi bagian dari tim nasional generasi berikutnya, menginspirasi mereka untuk terus memupuk impiannya agar bisa membawa tim nasional ini ke ajang yang lebih tinggi.

Salah satu program "Be The Next" adalah "Nike Shout" yang secara resmi diluncurkan 29 November 2010. "Nike Shout" yang berupa papan perimeter Twitter pertama di wilayah ASEAN untuk menyatukan para supporter di seluruh Asia Tenggara, via jaringan sosial, untuk menonton bersama dan merayakan saat-saat menakjubkan dalam persepakbolaan ASEAN. Melalui program ini, para supporter bisa mengirim kalimat pendukung dan pembakar semangat, dan pesan mereka ini akan ditampilkan secara langsung saat ajang Piala AFF Suzuki yang akan dimulai tanggal 1 Desember 2010
 
(tribunnews.com)
Read More

Kinesio "Doping Legal"


Menarik melihat kiprah Gareth Bale musim ini. Winger asal Wales itu telah menjelma menjadi fenomena baru di Inggris. Bukan hanya karena performa impresifnya di lapangan. Pun karena plester yang menempel pada kakinya. Hal itu bahkan dianggap publik sebagai penyebab moncernya penampilan pemain sayap Tottenham Hotspur itu.
Plester itu dikenal dengan Elastic Therapeutic Tape (ETT) atau Kinesio Tape adalah semacam plester yang ditempelkan ke anggota tubuh yang diinginkan guna memaksimalkan kinerja otot.  Ditemukan pertama kali pada 1970-an oleh Dr. Kenzo Kase, pada awal kemunculannya Kinesio Tape sering digunakan untuk terapi akupuntur. Seiring perkembangan zaman, plester itu mulai digunakan di bidang olah raga.
Sebelum merambah sepak bola, Kinesio Tape sudah lebih dulu digunakan oleh cabang olahraga sepeda dan tenis. Atlet sepeda Lance Amstrong dan petenis asal Amerika, Serena Williams menjadi salah satu atlet pengguna Kinesio Tape.
"Ini adalah cara baru untuk menyembuhkan cedera pada atlet. Selain itu, Kinesio Tape juga dapat membantu olahragawan untuk bermain lebih baik,” ujar Kevin Anderson, Presiden Kinesio Tape Inggris. "Bahkan, saat pemain merasa terlalu kelelahan, Kinesio Tape mampu mereduksi rasa lelah tersebut dan kembali mengoptimalkan kondisi tubuh mereka.”
Penggunaan Kinesio Tape pada diri Bale memang dianggap tepat. Sebab, jika melihat gaya mainnya yang agresif, cedera mungkin menjadi sesuatu yang sudah tidak asing lagi bagi winger asal Wales tersebut. Pasalnya, otot rawan mengalami kram apabila terus dipaksakan selama satu pertandingan. Namun, dengan keberadaan Kinesio Tape yang melingkar di paha hingga kakinya, pemain yang memulai karier di klub Hamptonpton itu jarang cedera.

Sejak memakainya pada awal September silam, Bale tak pernah absen membela The Lily Whites. Satu-satunya partai yang dilewatkan hanyalah partai melawan Arsenal di kancah Piala Liga (23/09). Itu pun hanya karena sistem rotasi yang diterapkan manajer Harry Redknapp.
Kinesio Tape memang dirancang untuk membantu meregangkan otot-otot atlet yang tegang. Dengan begitu, para pebola yang memiliki lari cepat macam Bale mampu bermain maksimal tanpa takut mengalami cedera otot atau mengalami kram saat pertandingan.
MASIH DIRAGUKAN
Bale bukanlah satu-satunya pebola yang menggunakan Kinesio Tape. Dalam beberapa kesempatan,bek Chelsea, Ashley Cole juga menggunakan “alat ajaib” itu di daerah paha hingga lutut kakinya. Begitu pula David Beckham. Dia pernah menggunakan alat yang mulai populer saat Piala Dunia 2010. Bedanya, Beckham tak menggunakannya di daerah lutut seperti Cole dan Bale. Suami Victoria Adams itu memasang Kinesio Tape di daerah pinggang.
Di Inggris, fenomena alat bantu bukanlah kali pertama terjadi. Masih ingat plester hidung yang digunakan Robbie Fowler pada 1990-an? Alat itu dianggap bisa meningkatkan volume udara yang diserap oleh paru-paru.
Teranyar adalah fenomena gelang Power Balance. Alat yang digunakan di lengan tersebut disinyalir mampu membuat tubuh seseorang lebih seimbang dan kinerja tubuh menjadi lebih meningkat. Tak ayal, banyak olahragawan yang langsung menggunakannya.
Kendati demikian, tidak semua pemain percaya dengan keampuhan Kinesio Tape. Salah satunya Emerson Boyce. Defender Wigan Athletic itu justru menilai alat tersebut tak memberikan efek apapun saat digunakan. Bek berusia 31 tahun itu justru dengan sinis beranggapan faktor Bale dan Beckham-lah yang membuat Kinesio Tape terlihat sangat penting.
“Sudah sejak lama fisioterapi Wigan menggunakan Kinesio Tape. Namun, aku tetap tak bisa merasakan perbedaan saat memakai alat tersebut. Aku memakainya hanya karena seluruh fisioterapi menyuruhku,” tegas Boyce. “Tetapi aku kira semua orang akan lebih percaya oleh pendapat Bale, Beckham atau bahkan Lance Amstrong mengenai alat ini karena popularitas mereka. Tetapi secara jujur, aku memang tak merasakan efek positif setelah menggunakan Kinesio Tape.”  (Hilman)
Cara Pemakaian Kinesio Tape
1.   Sebelum ditempel, pastikan kulit harus bersih dari minyak atau air.
2.   Pastikan memasang Kinesio Tape satu jam sebelum olahraga, mandi, atau aktivitas lain yang menimbulkan keringat dan dekat dengan air. Hal ini dimaksudkan agar plester tersebut melekat dengan benar di kulit.
3.   Hindari pemakaian yang terlalu ketat agar terhindar iritasi kulit. 
4.   Setelah terpasang, Kinesio Tape harus terus diusap dengan tangan agar lem melekat dengan baik. Jangan menggunakan alat lain, seperti hairdryer.
5.   Kinesio Tape dapat digunakan selama tiga hingga lima hari.
6.   Bagi pengguna baru, usahakan kondisi kulit tidak dalam kondisi iritasi.
Spefikasi
1.   Terdapat beberapa varian warna: biru, hitam, kuning, pink, putih
2.   Terdiri dari dua macam ukuran, yakni 2,5 cm x 5 m dan 5 cm x 5 m.
3.   Harga berkisar dari 3.99 - 9,99 pounds ( Rp56 ribu – Rp150 ribu)
Jenis Kinesio Tape
   Kinesio Tape yang kita kenal mungkin hanya yang melingkar pada bagian paha. Itu tak lepas dari penggunaan yang dilakukan beberapa pemain di Premier League. Namun, jenis dari plester tersebut sangatlah beragam. Mulai dari bahu, pinggang, hingga bagian telapak kaki.
   Berikut adalah beberapa macam tipe Kinesio Tape:
1.   Groin Pre-Cut: Plester dipasang di bagian dalam paha. Biasanya digunakan oleh atlet rugbi, sepeda, bulu tangkis, dan seni bela diri.
2.   Right Shoulder Pre-Cut: Sesuai dengan namanya, plester ini digunakan di bagian bahu hingga lengan bagian atas. Biasa digunakan oleh atlet tenis, seni bela diri, dan golf.
3.   Full Knee Pre-cut: Plester di pasang mulai dari paha lalu melingkar di daerah lutut hingga ke tulang kering. Biasa digunakan pebola, atlet rugbi. dan atlet tenis. Jenis inilah yang biasa digunakan Gareth Bale.
4.   Calf and Arch Pre-cut:  Jenis ini dipasang di bagian betis bagian atas hingga ke bagian telapak kaki. Atlet bersepeda, tenis, rugbi, dan atlet lari sering menggunakannya.
5.   Hamstring Pre-Cut: Plester ini dipasang sepanjang paha bagian belakang (hamstring). Pemakaian kinesio di posisi ini biasanya dilakukan oleh atlet lari, sepeda, rugbi, dan atlet seni bela diri.
6.   Wrist Pre-Cut: Digunakan di lengan bagian atas hingga telapak tangan. Biasa digunakan oleh atlet renang, petinju, golf, dan atlet tenis.
7.   Upper Knee Pre-Cut: Hampir sama dengan Full Knee Pre Cut. Bedanya, Upper Knee Pre-Cut dipasang melingkari lutut hingga ke paha bagian atas. Pemakaian kinesio di posisi ini biasanya dilakukan oleh atlet rugbi, bersepeda, tenis, badminton, dan atlet lari.
8.   Hip Pre-Cut: Dipasang dari paha bagian samping hingga pinggul. Sering digunakan oleh atlet berkuda.
9.   Lower Back Pre-Cut: Kinesio macam ini dipasang di bagian punggung bagian bawah. Sering digunakan oleh atlet renang dan sepak bola. David Beckham adalah pengguna plester jenis ini.
10.   Lymphatic Pre-Cut: Plester ini dipasang pada paha bagian depan. Atlet lari, renang dan sepak bola biasa menggunakan jenis ini.
11.   Postural Pre-Cut: Kinesio ini ditempelkan di bagian punggung bagian tengah. Namun tak seperti Lower Back Pre-Cut yang dipasang melebar. Postural Pre-Cut cuma dengan menggunakan dua garis plester. Sering digunakan oleh atlet lari, sepeda, dan pebola.
12.   Elbow Pre-Cut: Plester dipasang di bagian siku tangan. Biasa digunakan oleh perenang, pebola, dan petinju. 

(duniasoccer.com)
Read More

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut